Kegiatan Panel Juri Hibah Seni 2018

Selama hampir 2 bulan, pendaftaran dibuka untuk semua seniman pertunjukan dari seluruh Indonesia. Hibah Seni yang ditutup 9 Februari lalu, merupakan program reguler Kelola yang memberikan dukungan berupa dana hibah, capacity building dalam hal manajemen seni pertunjukan dan tentunya distribusi pengetahuan dan artistik ke lingkungan / penonton baru.

Desain program Hibah Seni merupakan satu-satunya di Indonesia, dimana proses yang dilalui dilakukan secara transparan, terbuka dan independen. Selain itu, Kelola meminimalisir intervensi artistik terhadap karya seniman peraih. Keunikan program ini terutama adalah bagaimana Kelola melatih seniman untuk bertanggung jawab bersama timnya dalam hal manajemen seni pertunjukan, baik itu dalam pengelolaan dana hibah, penggunaan dan pelaporan kegiatan selama periode hibah.

Setiap tahunnya, Panel juri untuk memilih peraih Hibah Seni selalu berganti-ganti. Selain untuk menjaga independensi, diharapkan keberagaman juri panel bisa memberikan masukan dan insight yang berwarna dari masing-masing pengalamannya baik dalam artistik, jaringan dan manajemen seni.

Dalam salah satu kategorinya, Hibah Seni bertujuan untuk bisa menggali gagasan kreatif baru yang inovatif.  Dukungan untuk mewujudkan gagasan menjadi karya baru merupakan salah satu cara untuk mendorong seniman untuk terus berkarya. Dan tidak hanya sekedar berkarya, namun mampu untuk mendobrak batas-batas artistik yang pernah ada.

Pada kategori Pentas Keliling, karya yang terpilih untuk dipentas-kelilingkan merupakan karya yang bisa memberikan inspirasi dan dialektik baru di kota-kota yang dituju. Untuk itu, banyak pertimbangan kota-kota tujuan Pentas Keliling ini akan dilaksanakan bukan di kota kantung budaya utama, seperti Yogyakarta atau Bandung.

Untuk Hibah Seni 2018, Kelola mengundang tim juri seleksi dengan berbagai latar yang berbeda. Kegiatan panel seleksi dilaksanakan selama dua hari pada 16 -17 Maret 2018. Pada setiap penjurian, Panel terdiri dari 5 Juri dari bidang keahlian yang berbeda. Untuk seni pertunjukan khususnya bidang tari, Yola Yulfianti dan Afrizal Malna telah berpengalaman baik sebagai seniman, koreografer, kurator tari, dramaturg, dan pengamat. Sedangkan untuk musik, diundang Gatot Danar Sulistiyanto, salah satu peraih Hibah Seni 2012. Ibu Amna S. Kusumo, menjadi salah satu juri panel dengan membawa pengalamannya dalam manajemen seni pertunjukan dan jejaring seni seluruh Indonesia. Dari bidang teater, Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung dan Afrizal Malna memberikan input dan penilaian yang menarik dan obyektif. 

Proses penjurian tidak serta merta tanpa tantangan. Di banyak kesempatan terjadi deadlock dalam diskusi, yang pada akhirnya disepakati melalui voting setelah masing-masing pertimbangan juri dikemukakan.

Pengumuman peraih Hibah Seni Karya Inovatif dan Pentas Keliling 2018 akan dirilis selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *