en id

Asril Gunawan


Asril Gunawan lahir di Makassar, 30 Agustus 1983. Ia mulai mengenal musik lewat instrumen gitar dan mempelajarinya secara otodidak. Saat itu pula ia kerap mengamen di terminal yang kemudian menjadi momen penting dalam karir bermusiknya. Asril mendalami seni musik secara formal di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia – SMKI (sekarang SMKN 1) di Somba Opu, Makassar. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institus Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Asril aktif menggarap kompisisi musik sejak bersekolah di SMKI Somba Opu. Karya-karyanya merupakan ekspresi dari hasil perenungan tentang berbagai realitas kehidupan sosial. Salah satu karyanya berjudul “The Spiritual of Contemplative” mengkritisi musik hiburan eksotis Makassar, Candoleng-doleng. Ia memadukan alat musik barat dan alat musik tradisional Sulawesi Selatan sebagai penggambaran dua hal yang bertolak belakang. Asril memanfaatkan repetisi suara kodok yang diasosiasikan sebagai suara orang berdzikir. Di sisi lain, ia menggunakan materi kuartet gesek dan musik elektronik bergenre disko sebagai representasi kehidupan duniawi. Karya ini memperoleh dukungan Hibah Seni Kelola 2012 kategori Karya Inovatif.

Sebagai komponis dan pemusik, Asril pernah tampil di berbagai acara musik dalam dan luar negeri, di antaranya Konser bersama Sawung Jabo dalam memperingati 100 tahun perjalanan seniman Affandi di Yogyakarta (2006), Festival International Ethnic Culture Yogyakarta (2011), Festival Rano Bunyi Bungi di Palu, Sulawesi Tengah (2013), dan Festival Tari Kreasi di Kendari, Sulawesi Tenggara (2013). Beragam prestasi juga pernah diraihnya, seperti Penata Musik Terbaik dalam Gelar Komposisi Seni Tari Lintas Institut oleh LPIU DUE-Like di Yogyakarta (2005), juara ketiga dalam Festival World Choir di GyeongNam, Korea Selatan (2009), dan meraih medali emas dalam Festival Tomohon International Choir Competition pada kategori folklore. Asril tercatat sebagai pengajar seni musik di Institut Kesenian Makassar.

Sign Up For Our Newsletter

Stay update and get our latest news right into your inbox