en id

Dody Satya Ekagustdiman


Dody Satya Ekagustdiman lahir di Bandung tanggal 1 Agustus 1961. Kedua orang tuanya adalah guru kesenian. Dody mendalami seni karawitan secara formal di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia – SMKI (sekarang SMK Negeri 10) Bandung dan Akademi Seni Tari Indonesia – ASTI (sekarang Institut Seni Budaya Indonesia – ISBI) Bandung. Tahun 1991, ia meraih (beasiswa) dari DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdiens) untuk program Aufbaustudium (pendidikan lanjutan setelah sarjana) di MusikHochSchule Freiburg im Braischgau, Jerman.

Sejak kecil Dody sudah belajar memainkan gamelan, terutama instrumen kecapi bersama ayahnya, Tatang Suryana serta Koko Koswara dan Tatang Benyamin, para maestro karawitan Sunda ternama. Ia juga aktif mengikuti sejumlah masterclass dan workshop, di antaranya masterclass musik kontemporer Zwischen Ost und West oleh Dieter Mack dan Slamet Abdul Syukur selama 3 bulan di Goethe Institut Staufen Freiburg, Jerman. Selama melanjutkan pendidikan di Jerman, Dody pun berkesempatan belajar komposisi musik dibawah bimbingan Mesías Maiguashca dan Mathias Spahlinger.

Pengalamannya belajar seni tradisi dan musik barat menjadikan Dody sebagai komponis inovatif yang tak terpaku pada jenis instrumen musik tertentu. Karya-karyanya pada era 80-an memang masih banyak dipengaruhi oleh seni karawitan klasik. Seiring berjalannya waktu, Dody semakin berani bereksperimen dalam menyiasati bunyi-bunyian. Contohnya dalam karya “Jalinan Kita”, Dody menggunakan pola polimetrik yang dikembangkan secara matematik sehingga merubah warna bunyi. Dalam karyanya yang lain, Dody juga kerap membuat komposisi dengan instrumen barat sekaligus menerapkan gaya komposisi karawitan.

Karya-karyanya telah tampil di sejumlah festival hingga tingkat internasional. Beragam penghargaan pun telah diraihnya, antara lain Penulis Partitur Piano Terbaik tingkat Nasional dari Siemens dan Mercedes Benz (1998), Komponis Terbaik se-Asia Pasifik dalam Asian Composer League (ACL) Festival di Yogyakarta- Surakarta. Dody sering diundang menjadi juri dan narasumber hingga memberi workshop komposisi musik dan karawitan Sunda baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya menjadi dosen terbang di Wellington University New Zealand dalam program Composer in Residence. Saat ini Dody mengajar di Institut Seni Indonesia Bandung, dan telah mendirikan sekaligus menjadi mentor Laboratorium Kreativitas Karawitan.

Sign Up For Our Newsletter

Stay update and get our latest news right into your inbox