en id

Elizar Koto


Elizar Koto yang akrab disapa Aku lahir di Ateh Guguak Haru, Bungo Tanjuang, Batipuah, Tanah Datar, Sumatera Barat pada 14 November 1962. Nama sebenarnya adalah Elizar, sedangkan embel-embel “kota” diambil dari dari salah satu suku di masyarakat Minangkabau. Elizar menghabiskan masa kecilnya dengan aktivitas budaya yang sarat dengan nilai islami, seperti mengaji dan menyaksikan pertunjukan seni tradisional. Selepas SMA, Elizar mengambil Jurusan Karawitan di Akademi Seni Karawitan Indonesia (sekarang Institut Seni Indonesia) Padangpanjang. Tahun 2001, Elizar menempuh pendidikan pascasarjana bidang Penciptaan Seni di ISI Surakarta.

Awal mula karir bermusiknya ditandai saat ia pindah ke Jambi dan membentuk kelompok musik hingga dipercaya mengisi program musik reguler di RRI. Semasa kuliah di ISI Padangpanjang, ia mampu mengukuhkan diri sebagai komponis muda dengan tampil pada Pekan Komponis Indonesia di Jakarta, 1988. Sejumlah seniman mempengaruhi proses kreatifnya, seperti Hajizar – saudara kandungnya yang juga dosen ASKI Padangpanjang, Rahayu Supanggah, Suka Hardjana, Slamet Abdul Syukur, hingga koreografer Sardono W. Kusumo.

Meski berawal dari seni tradisi, ia menyelami berbagai genre musik, seperti etnik-tradisional, modern, hingga yang eksperimental, konseptual, dan lain sebagainya. Karya-karya Elizar sangat variatif, mulai dari media konvensional sampai instumen musik yang tak biasa. Dari kreasinya, ia banyak melahirkan instrumen baru, contohnya konew-konew dan talempong dawai. Elizar tak ingin terpaku pada format musik yang teoritis, namun ia lebih mementingkan nilai dalam garapan musiknya. Salah satu karyanya berjudul “Perjalanan Spiritual (Suluk)” meraih dukungan Hibah Seni Kelola 2004 kategori Karya Inovatif.

Elizar sering terlibat dalam berbagai pertunjukan teater dan tari. Atas sumbangsihnya dalam perkembangan musik kontemporer Indonesia, ia terpilih menjadi salah satu dari 10 komponis terbaik dalam International Gamelan Festival 2018 di Solo. Saat ini, ia mengajar mata kuliah Komposisi di Jurusan Karawitan ISI Padangpanjang.

Artist’s Statement

Musik kontemporer lebih mengarah pada sebuah diskursus tentang implikasi dunia kekinian terhadap musik yang lahir di dalamnya. Baru adalah soal waktu. Kekinian yang terpapar pada banyak hal, memberi pengaruh atau semacam rangsangan cipta seorang komposer. Saya menciptakan karya musik baru lewat instrumen baru karena ketatnya budaya instrumen tradisi yang selama ini digeluti sebagai insan karawitan. Bukan berarti saya tidak menghormati atau berusaha melawan konvensi tradisi tersebut, melainkan saya ingin selalu memunculkan keliaran pemikiran lewat karya musik. Instrumen baru akan menjadi perangkat kebudayaan baru yang memiliki budayanya sendiri pula. Aturan-aturan baru ini tetap diupayakan agar tidak mengecilkan kebesaran instrumen-instrumen asli yang lama. Di samping itu, saya memperbesar narasi musik tradisi itu sendiri lewat instrumen baru. Kita mendengar masa depan mengusung lalu.

Pencapaian

2005

Peraih Hibah Karya Inovatif Program DUE-Like untuk karya “Tengah Dua Sisi”

2004

Peraih Hibah Seni Kelola kategori Karya Inovatif untuk karya “Perjalanan Spiritual (Suluk)”

Afiliasi

2004

Pendiri dan Komposer Mahatam Ensambel, Padang Panjang

Kontak
Elizar Koto
Email: elizarkoto@yahoo.com
Facebook | Instagram

Sign Up For Our Newsletter

Stay update and get our latest news right into your inbox