en id

Iwan Gunawan


Iwan Gunawan adalah komponis kelahiran Bandung tahun 1974. Sejak usia 6 tahun Iwan mulai bermain gamelan dan mendalami ragam kesenian Sunda di bawah bimbingan Nano S. Selepas SMP, ia masuk ke Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (sekarang SMKN 10 Bandung). Kemudian, Iwan melanjutkan pendidikan musik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan pascasarjana di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Saat kuliah di UPI, Iwan mendalami seni karawitan dan seni Barat yang kemudian mempengaruhi proses kreatifnya. Ia juga pernah belajar dengan sejumlah seniman, di antaranya Iswargia Sudarno, Dieter Mack, Suka Hardjana, Slamet Abdul Sjukur dan Rahayu Supanggah. Di samping itu, ia juga aktif mengikuti lokakarya, salah satunya bersama Roderik de Man.

Pada umumnya, penggunaan notasi a la musik Barat dan permainan musik karawitan cenderung kontradiktif. Namun, hal ini berbeda dengan karya-karya Iwan yang sebagian besar dinotasikan sebagaimana sistem not balok atau diciptakan untuk komputer (musik elektronis). Ia telah banyak bereksperimen dengan teknologi digital dan sampling bunyi-bunyi hingga akhirnya dapat menciptakan beberapa karya elektronis. Iwan pun menggabungkan bunyi-bunyi elektronis pada pementasan musik gamelan.

Karya Iwan juga banyak dipengaruhi komponis minimalis seperti Steve Reich atau Philip Glass yaitu konsep musik prosesual dengan berbagai level ritmis. Pengaruh estetika minimalis itu tercermin dalam karyanya “Kulu-Kulu 97” yang kemudian diaransemen ulang menjadi “Kulu-Kulu 2004” dan “Kulu-Kulu 2010”. “Kulu-Kulu” adalah salah satu dari 8 nomor dalam pementasan “Surrounding II” yang meraih dukungan Hibah Seni Kelola 2008 kategori Karya Inovatif.

Iwan mendirikan kelompok musik Kyai Fatahillah yang tampil perdana pada Festival Gamelan Kontemporer di House of World Cultures, Berlin, Jerman (2004). Pada tahun 2011, Iwan Gunawan dan grupnya menjadi ensambel terpilih untuk bekerjasama dengan “Ensemble Mosaik” dari Berlin dalam rangka kompetisi komposisi Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Goethe Institut Jakarta.Iwan sempat mengajar di Universitas Pasundan (UNPAS). Setelah merampungkan program master, ia menjadi dosen tetap di Jurusan Musik UPI Bandung.

Sign Up For Our Newsletter

Stay update and get our latest news right into your inbox