Pada dialek Palu, Sulawesi Tengah, “pici-pici” berarti menekan-nekan atau memijit-mijit. Karya ini merupakan bagian dari proyek “messageXgossip” yang diinisiasi oleh Leu Wijee (ID) bersama Nagara Wada (JPN), setelah keduanya pertama kali bertemu di ADAM Artist Lab yang diadakan di Bangkok dan Taipei pada musim panas tahun 2024. Pici-pici dipahami sebagai pertunjukan mix-remix antara koreografi dengan resonansi pijat, baik melalui benda-benda, bahasa gerak, maupun ruang yang dihadirkannya. Melalui pendekatan tersebut, karya ini menggunakan pijat sebagai petunjuk untuk mengeksplorasi praktik artistik lintas batas. Eksplorasi ini membuka ruang dialog antara budaya, sejarah, kekinian, serta pengalaman pribadi, sekaligus menghadirkan jejak pengaruh lain yang saling bertemu dan berinteraksi dalam bentuk artistik yang hidup.
Koreografer: Leu Wijee
Produser: Muhammad Abe
Pentas Perdana: 1-2 Juli 2025, Auditorium IFI Yogyakarta, Yogyakarta
Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/pici-pici-eksplorasi-vernakularitas-dan-kehadiran-benda/
Liputan Media: https://www.tempo.co/teroka/seniman-mengolah-pijat-menjadi-tari-1935264
https://borobudurwriters.id/seni-pertunjukan/icip-icip-kebudayaan-dalam-pici-pici-leu-wijee-dan-nagara-wada/
Video:
Galeri Foto:





