Kelola

EN

|

ID

UNTUK SENI DAN BUDAYA

EN

|

ID

KELOLA

UNTUK SENI DAN BUDAYA

DSC02154

Setali Cahaya

Berangkat dari penelusuran atas Liang Bua (Flores) dan Pura Pucak Petali (Bali), proyek ini hendak mengumpulkan cerita-cerita lisan, kesan warga, arsip-arsip vernakular, dan hal-hal lain yang kerap diabaikan ketika situs-situs tradisional dan sejarah dikembangkan menjadi destinasi pariwisata modern. Temuan-temuan sepanjang riset memperkaya refleksi dan visi

proyek ini yang membuka lebih jauh percakapan kritis mengenai tegangan antara iman dan ilmu, religiositas dan pasar, perpindahan dan kediaman, rumah dan tanah rantau. 

Setelah pertama kali transit di Temu Teater Monolog dan dipresentasikan di Indonesia Bertutur (2024), tahun ini proyek Setali Cahaya bertandang ke Maumere untuk memperkaya pencarian artistik dengan mengalami konteks sosial budaya di sana. Melalui memori kolektif tentang ‘pesiar’ dan prasangka tentang ‘tarot’, proses kali ini membuka kemungkinan-kemungkinan mengelola cerita-cerita kerabat sebaya juga rekan-rekan seniman mengenai memori masa lalu, kenangan masa kecil, kecemasan hari ini, dan mimpi-mimpi masa depan.

Sutradara, Inisiator: Wulan Dewi Saraswati
Aktor, Inisiator: Marianus Nuwa
Produser: Putra Eka Nggalu

Pentas Perdana: 12-13 Juli 2025, Di Aula Rumah Jabatan Bupati Kab. Sikka, Maumere
Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/mengendus-keresahan-dan-perlawanan-dalam-pentas-setali-cahaya/
Liputan Media:
https://flores.tribunnews.com/2025/07/17/teater-setali-cahaya-di-maumere-hantu-kapitalisme-dan-ancaman-pantai-yang-direnggut-pariwisata
https://flores.tribunnews.com/2025/07/11/komunitas-kahe-dan-aghumi-bali-pentaskan-teater-setali-cahaya
https://ekorantt.com/2025/07/11/komunitas-kahe-maumere-dan-aghumi-bali-kolaborasi-pentaskan-karya-setali-cahaya-di-maumere/
https://mediaindonesia.com/nusantara/790755/pantai-dan-perihal-yang-tak-sempat-kita-bicarakan-dipentaskan-teater-komunitas-kahe-dan-aghumi#google_vignette 

Video:

Galeri Foto:

 

DSC02154

Setali Cahaya

Berangkat dari penelusuran atas Liang Bua (Flores) dan Pura Pucak Petali (Bali), proyek ini hendak mengumpulkan cerita-cerita lisan, kesan warga, arsip-arsip vernakular, dan hal-hal lain yang kerap diabaikan ketika situs-situs tradisional dan sejarah dikembangkan menjadi destinasi pariwisata modern. Temuan-temuan sepanjang riset memperkaya refleksi dan visi

proyek ini yang membuka lebih jauh percakapan kritis mengenai tegangan antara iman dan ilmu, religiositas dan pasar, perpindahan dan kediaman, rumah dan tanah rantau. 

Setelah pertama kali transit di Temu Teater Monolog dan dipresentasikan di Indonesia Bertutur (2024), tahun ini proyek Setali Cahaya bertandang ke Maumere untuk memperkaya pencarian artistik dengan mengalami konteks sosial budaya di sana. Melalui memori kolektif tentang ‘pesiar’ dan prasangka tentang ‘tarot’, proses kali ini membuka kemungkinan-kemungkinan mengelola cerita-cerita kerabat sebaya juga rekan-rekan seniman mengenai memori masa lalu, kenangan masa kecil, kecemasan hari ini, dan mimpi-mimpi masa depan.

Sutradara, Inisiator: Wulan Dewi Saraswati
Aktor, Inisiator: Marianus Nuwa
Produser: Putra Eka Nggalu

Pentas Perdana: 12-13 Juli 2025, Di Aula Rumah Jabatan Bupati Kab. Sikka, Maumere
Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/mengendus-keresahan-dan-perlawanan-dalam-pentas-setali-cahaya/
Liputan Media:
https://flores.tribunnews.com/2025/07/17/teater-setali-cahaya-di-maumere-hantu-kapitalisme-dan-ancaman-pantai-yang-direnggut-pariwisata
https://flores.tribunnews.com/2025/07/11/komunitas-kahe-dan-aghumi-bali-pentaskan-teater-setali-cahaya
https://ekorantt.com/2025/07/11/komunitas-kahe-maumere-dan-aghumi-bali-kolaborasi-pentaskan-karya-setali-cahaya-di-maumere/
https://mediaindonesia.com/nusantara/790755/pantai-dan-perihal-yang-tak-sempat-kita-bicarakan-dipentaskan-teater-komunitas-kahe-dan-aghumi#google_vignette 

Video:

Galeri Foto:

 

Scroll to Top