Sinsigus in #4 mengeksplorasi vokal dan bunyi huruf “E” lewat pendekatan fonetik dan fonemik untuk menghadirkan pengalaman spasial bagi penonton. Dari sisi fonetik, karya ini menelusuri grafem “E” dengan tiga alofon berbeda beserta organologinya. Sementara dalam ranah fonemik, fokus diarahkan pada implementasi bunyi “E” dan maknanya. Huruf “E” dipilih karena, berdasarkan riset artistik, baik dalam bahasa Indonesia maupun Jawa sama-sama memiliki tiga alofon dari lima huruf vokal.
Pendekatan ini diwujudkan dalam komposisi vokal yang sepenuhnya bertumpu pada tubuh pemain, akustik ruang, dan rambatan frekuensi, tanpa bantuan perangkat suara seperti sound system atau mikrofon. Penonton ditempatkan dalam formasi tapal kuda di atas matras yoga, sehingga hanya menangkap suara murni dari tubuh pemain dan benda artistik pertunjukan. Pementasan melibatkan tujuh pemain: satu tokoh utama, PEREMPUAN, serta enam CHORUS laki-laki dengan rentang nada E2–E4. Figur perempuan diposisikan sebagai agen sentral yang mengintervensi struktur kemapanan linguistik, sementara Chorus memberi lapisan resonansi. Bersama, mereka mengeksplorasi bunyi “E” dalam lima bagian: Resital Imajiner; Diagram Partisipatoris; Senam Keseimbangan; Simbol dan Nada; Lempeng, Lemper, Tempe.
Sutradara: Fioretti Vera
Produser: B.M. Anggana
Pentas Perdana: 11-12 Juli 2025, Kedai Kebun Forum, Yogyakarta
Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/semesta-e-dalam-eksperimentasi-olah-vokal-dan-olahraga-sebuah-catatan-atas-pertunjukan-sinsigus-in-4/
Video:
Galeri Foto:





