Pici-pici
Pada dialek Palu, Sulawesi Tengah, “pici-pici” berarti menekan-nekan atau memijit-mijit. Karya ini merupakan bagian dari proyek “messageXgossip” yang diinisiasi oleh […]
Pada dialek Palu, Sulawesi Tengah, “pici-pici” berarti menekan-nekan atau memijit-mijit. Karya ini merupakan bagian dari proyek “messageXgossip” yang diinisiasi oleh […]
Tanah merupakan karya tumbuh yang membicarakan kebun dan warisan konflik serta mitos sejarah kelam Darul Islam / Tentara Islam Indonesia
“The Voices After Cak!” merupakan pertunjukan teater-tari yang berangkat dari pengalaman berlatih getaran gerak pada kecak (dan gerak tari atau
“Dark Solanum (Beyond The Idea of Queerness)” adalah sebuah proyek seni pertunjukan multidisiplin yang menghadirkan dialog antara kekuatan tradisi Lengger
“Torso” merupakan eksplorasi koreografis yang mengangkat pertanyaan tentang keterbatasan gerak torso dalam tari tradisi Lampung, khususnya pada tarian perempuan seperti
Oleh: Iswadi Pratama Catatan Pengamat untuk pertunjukan “Tentang Jika dan Maka: Aku Ingin Pulang” karya Josep Razaqi, yang merupakan bagian
Oleh Ve Nahak Catatan Pengamat untuk pertunjukan “Setali Cahaya” karya Wulan Saraswati & Rio Nuwa, yang merupakan bagian dari Produksi
Oleh: Bob Edrian Pertunjukan Sinsigus in 4# karya sutradara/komponis Fioretti Vera yang berkolaborasi dengan B.M. Anggana sebagai produser/dramaturg diselenggarakan pada
Oleh: Agung Hujatnikajennong Catatan Pengamat untuk pertunjukan “Robohnya Surau Kami: Sound & Visual Performance Berbasis Objek” karya Bulqini, yang merupakan
Oleh: M. Aan Mansyur “Perahu adalah heterotopia par excellence. Dalam peradaban tanpa perahu, mimpi menjadi kering, spionase menggantikan petualangan, dan