Merupakan praktisi seni yang tertarik pada studi kolektif seni dan kaitannya dengan representasi identitas kota. Sejak 2019, ia mengelola Spasi Creative Space, sebuah ruang kreatif di Kota Tegal yang berfokus pada kerja-kerja partisipatif dan kolaboratif. Ia menerima beasiswa Seniman Pasca Terampil dari Djarum Foundation di Padepokan Bagong Kussudiardja (2015), terlibat sebagai performer dalam program “Explanatory” ARTJOG MMXXII, dan meraih magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada dengan riset mengenai Jatiwangi art Factory (JaF).
Kutipan:
“Selama magang di Makassar Writers International Festival saya belajar metode co-producing dan co-designing menempatkan kolaborator sebagai penentu arah bersama. Refleksi ini layak kita uji di kota-kota lain, seperti di Tegal, dengan berkonsolidasi dan bergerak bersama warga untuk membayangkan ulang kota.”
“Selama 3 bulan di Makassar, banyak bertemu dengan teman-teman yang saling dukung, kritik, dan pada akhirnya menguatkan. Saya belajar langsung dari komunitas-komunitas seni yang aktif di kota Makassar ini, memahami bagaimana mereka bertahan, berkembang, dan membangun hubungan dengan masyarakat.”
“Setelah saya mengikuti serangkaian pengalaman dan pelajaran yang penting ini, apa yang kemudian akan kami lakukan bersama teman-teman Spasi Creative Space di Tegal? Di satu sisi, saya tidak ingin hanya membawa pengetahuan lalu memaksakan apa yang saya ingin lakukan. Sepertinya saya akan kembali pada praktik “mendengar”, mendengar apa yang menjadi kegelisahan teman-teman dan warga di Tegal”
Tentang Organisasi Tuan Rumah – Makassar International Writers Festival
MIWF adalah festival penulis yang diselenggarakan oleh Rumata’ Artspace sejak 2011. MIWF meraih penghargaan International Excellence Award sebagai festival sastra terbaik 2020 dari London Book Fair. MIWF dikerjakan secara independen, menjunjung HAM, bersifat anti-korupsi, inklusif, dijalankan sebagai kegiatan nir-sampah dan rendah karbon, dan mendeklarasikan diri sebagai festival yang menentang all-male panel.
