Kelola

EN

|

ID

UNTUK SENI DAN BUDAYA

EN

|

ID

KELOLA

UNTUK SENI DAN BUDAYA

Photographer-_-yogko(1)

Torso

“Torso” merupakan eksplorasi koreografis yang mengangkat pertanyaan tentang keterbatasan gerak torso dalam tari tradisi Lampung, khususnya pada tarian perempuan seperti Tari Sigeh Punguten dan Tari Cangget Putri. Karya ini mengeksplorasi apakah keterbatasan tersebut merupakan bentuk pengaturan tubuh perempuan oleh norma adat atau sekadar pilihan artistik semata. Melalui pendekatan kolaboratif yang menggabungkan tari, seni visual, dan musik, “Torso” menghadirkan eksplorasi gerak inovatif dengan metode seperti”touch and move” dan “telur”, didukung visual anatomi tubuh (video otot, foto kerangka) dan musik tradisional Lampung yang diolah secara kontemporer.

“Torso” tidak hanya mengkritisi norma budaya Lampung, tetapi juga menyentuh isu universal tentang pengaturan tubuh perempuan oleh struktur sosial. Tayang perdana di Lampung, “Torso” menjadi simbol dialog antara lokalitas dan globalitas, membuka ruang bagi tubuh untuk berekspresi lebih bebas.

Koreografer: Ayu Permata Sari
Produser: Nabilla Kurnia
Pentas Perdana:

  • 18 Juni 2025, di Studio Ayu Permata Dance Project, Kotabumi, Lampung
  • 21 Juni 2025, di Gedung Pertunjukan Dewan Kesenian Lampung, Bandar Lampung

Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/setelah-gelora-pada-torso/
Liputan Media: https://bandarlampung.pikiran-rakyat.com/hiburan-budaya/pr-3439438110/pentas-tari-torso-tubuh-yang-hendak-melawan-batas-batas

Video:

Galeri Foto:

Photographer-_-yogko(1)

Torso

“Torso” merupakan eksplorasi koreografis yang mengangkat pertanyaan tentang keterbatasan gerak torso dalam tari tradisi Lampung, khususnya pada tarian perempuan seperti Tari Sigeh Punguten dan Tari Cangget Putri. Karya ini mengeksplorasi apakah keterbatasan tersebut merupakan bentuk pengaturan tubuh perempuan oleh norma adat atau sekadar pilihan artistik semata. Melalui pendekatan kolaboratif yang menggabungkan tari, seni visual, dan musik, “Torso” menghadirkan eksplorasi gerak inovatif dengan metode seperti”touch and move” dan “telur”, didukung visual anatomi tubuh (video otot, foto kerangka) dan musik tradisional Lampung yang diolah secara kontemporer.

“Torso” tidak hanya mengkritisi norma budaya Lampung, tetapi juga menyentuh isu universal tentang pengaturan tubuh perempuan oleh struktur sosial. Tayang perdana di Lampung, “Torso” menjadi simbol dialog antara lokalitas dan globalitas, membuka ruang bagi tubuh untuk berekspresi lebih bebas.

Koreografer: Ayu Permata Sari
Produser: Nabilla Kurnia
Pentas Perdana:

  • 18 Juni 2025, di Studio Ayu Permata Dance Project, Kotabumi, Lampung
  • 21 Juni 2025, di Gedung Pertunjukan Dewan Kesenian Lampung, Bandar Lampung

Catatan Pengamat: https://kelola.or.id/setelah-gelora-pada-torso/
Liputan Media: https://bandarlampung.pikiran-rakyat.com/hiburan-budaya/pr-3439438110/pentas-tari-torso-tubuh-yang-hendak-melawan-batas-batas

Video:

Galeri Foto:

Scroll to Top